Wednesday, 17 December 2014

Standard

Manfaat Akupuntur yang belum banyak diketahui !!!


1. Akupunktur untuk Atasi Kerontokan Rambut

Akupunktur makin lazim digunakan untuk berbagai keperluan. Selain untuk penyembuhan penyakit, masalah kecantikan pun bisa mengandalkan manfaatnya. Dr. Yusran, misalnya, biasa menangani pasien yang ingin menyusutkan perut dan menumbuhkan kembali rambut yang rontok. Menurut Dr. yusran, akupunturis yang menimba ilmu di India dan Malaysia, proses kebotakan terjadi karena energi chi di daerah kepala seimbang. Penyebab lain, selain pola hidup kurang sehat, bisa pula karena energi chi di paru-paru kurang baik, sehingga pertumbuhan rambut. “Karena itu, chinya harus diseimbangkan,” katanya. Untuk menyeimbangkan chi, dr. yusran menggunakan teknik akupunktur. 

Baginya, akupunktur digunakan untuk membangkitkan energi chi yang kurang seimbang dalam tubuh manusia. Sejauh pengalaman selama ini, banyak pasien mengalami penumbuhan rambut yang signifikan dari kerontokan rambut atau botak. Akupunktur dapat mengatasi masalah kerontokan rambut dan kebotakan karena terapi itu mampu merangsang kulit kepala untuk melancarkan aliran darah serta menguatkan akar rambut yang mengumpal di bawahnnya. Dengan lancarnya aliran darah serta bagusnya aliran nadi di organ ginjal, pertumbuhan rambut akan lebih mudah. Akar rambut menjadi kokoh, sehingga tidak mudah berguguran. Ditambahkan, akupunktur juga memperbaiki keseimbangan fungsi syaraf (system syaraf otonom), menghilangkan kram pembuluh darah setempat, mengatur peredaran darah kulit kepala agar dapat menyerap nutrisi pada rambut, sehingga kerontokan rambut dapat dicegah.

Dalam mengobati pasien yang masalah dengan rambut, ia tidak hanya menancapkan jarum-jarum akupunktur di bagian kepala tempat rambut yang menitip/botak saja, melainkan berusaha menguatkan organ tubuh yang memicu kerontokan tersebut contoh nya saja organ ginjal yang sering menjadi penyebab ataupun juga organ paru.

Cara pengobatannya adalah dengan merangsang titik-titik tertentu pada bagian kepala, pemberian herbal, serta tindakan untuk menunjang akuuntur itu sendiri seperti hal nya perbaikan postur tulang belakng sehingga peredaran darah pada kulit kepala menjadi lancar dan sekaligus mengaktifkan kelenjar pertumbuhan rambut. Terapi ini biasanya dilakukan selama 20 sampai 40 menit dan tidak menimbulkan rasa sakit karena menggunakan jarum khusus akupunktur yang sangat tipis.

Ada pula pasien yang mengeluhkan kebotakan atau ketipisan rambut karena faktor keturunan, namun sebenarnya tidak ada hubungan antara rambut rontok dan kebotakan dengan keturunan. Tumbuhnya rambut, baik halus maupun kasar, bercahaya atau kusam sangat berhubungan dengan lingkungan, makanan dan gaya hidup seseorang. Ada hubungan yang sangat kuat antara ketidakseimbangan organ dengan perubahan warna maupun kualitas rambut seseorang (rontok, uban, kasar atau halus). 



2. Calcaneus Heels Spurs ( Pengapuran pada telapak kaki)

Apakah anda pernah merasa nyeri pada tumit ketika pertama kali menginjakkan kaki setelah bangun tidur. Mungkin anda mengalami pengapuran pada tumit. Pengapuran  (heel spur) itu sendiri sebetulnya bukan yang menyebabkan nyeri, tapi dokter lebih sering  menggunakan istilah tersebut karena lebih mudah  dipahami oleh orang awam dan dokter lebih mudah memperlihatkan pengapuran tersebut pada Rontgen.

Yang sebenarnya  adalah terjadinya peradangan pada jaringan ikat (fascia) di telapak kaki. Jaringan ikat tersebut dinamakan Fascia plantaris, yang menghubungkan tumit dengan jari-jari kaki. Oleh sebab itu penyakit ini disebut Plantar fascitis (Plantar: telapak kaki, fascia: jaringan ikat, itis: peradangan). Peradangan tersebut terjadi pada perlekatan jaringan ikat dengan tumit sisi dalam.

Fascia  ini kuat dan  berfungsi menjaga kestabilan sendi-sendi antar tulang di kaki dan juga sebagai peredam kejut pada kaki ketika berjalan atau berlari. Akibatnya fascia ini sering teregang dan rentan terhadap cedera.

Penyakit ini jarang mengenai orang berusia di bawah 25 tahun. Orang-orang yang mudah terkena biasanya wanita, terlalu sering memakai selop tinggi (high heels), berat badan yang berlebih atau orang yang pekerjaannya banyak berjalan atau berdiri pada permukaan yang keras dan juga faktor gravitasi yang mengakibatkan penimbunan kalsium di kaki. Selain itu orang yang mempunyai telapak kaki yang ceper,  lengkung kaki yang sangat dalam atau orang yang hobby olahraga berjalan atau berlari tetapi mempunyai otot betis yang kaku sehingga menghambat pergerakkan pergelangan kaki, juga mempunyai resiko untuk mengalami nyeri tumit ini.

Gejala yang dirasakan biasanya nyeri pada tumit ketika berjalan beberapa langkah setelah bangun tidur di pagi hari. Bila terasa, coba regangkan otot betis, biasanya keluhan akan berkurang. Nyeri ini bersifat hilang dan timbul, kadang terasa sangat nyeri kadang samar-samar. Nyeri juga bisa bersifat menetap pada beberapa penderita. Nyeri juga bisa terasa setelah 12 sampai 36 jam setelah melakukan aktifitas fisik kaki yang berat pada tungkai bawah.

Lalu apa yang sebaiknya dilakukan ketika sakit menyerang. Istirahatkan kaki merupakan langkah pertama yang harus dilakukan. Jangan bertumpu pada kaki yang sakit. Kompres es pada daerah yang nyeri pada tumit selama selama 10 sampai 15 menit, 5 kali setiap harinya dan dilakukan selama 2 hari. Dokter biasanya akan memberikan obat anti peradangan dan nyeri diikuti dengan program fisiotherapi. Pengurangan berat badan menjadi prioritas utama. Beberapa program latihan harus dilakukan di rumah seperti peregangan dan penguatan otot betis dan tendon Achiles  (urat besar di pergelangan kaki belakang), fascia plantaris serta jari-jari kaki.

Akupuntur sangat cepat membantu dalam menangani nyeri dan membantu dalam menghilangkan radang yang disebabkan oleh pengapuran ini. Bila saja dalam kedokteran modern, dokter ahli saraf dan ortopedi seringkali hanya memberikan obat penahan nyeri dan anti radang golongan kortikosteroid yang sangat berbahaya bagi organ ginjal apabila digunakan terus menerus apalagi menyuntikkan obat langsung ke tumit kaki penderita. Apabila penyuntikan kortikosteroid ini dilakukan secara terus menerus maka tidak jarang menyebabkan otot penderita semakin mengecil / disfungsi ataupun juga cacat.

Akupuntur yang digunakan disini adalah hanya titik – titik jauh bukan di organ target. Nyeri pun dapat hilang seketika hanya dengan sekali terapi. Akan tetapi untuk kesempurnaan tidak berulang nya nyeri biasanya dokter Yusran menyarankan pasien untuk melakukan terapi sebanyak 4 sampai 8 kali.