Sunday, 31 January 2016

Frozen Shoulder ( Kaku Sendi Bahu ), apakah saya terkena Asam Urat, Kolesterol, Darah tinggi ?

Standard


“Awalnya bahu saya terasa sakit setelah melakukan gerakan memukul dengan telapak tangan terbuka ke arah dinding. Lama kelamaan tangan dan bahu saya sangat sulit untuk digerakkan ke atas, ke samping kiri dan kanan. Kejadian sudah lebih dari 6 bulan yang lalu. Saya mencoba berbagai pengobatan tapi tidak bisa pulih. Sudah dilakukan MRi dan dokter mengatakan indikasinya frozen shoulder. Diberikan obat pelemas otot dan pereda nyeri (saya lupa namanya) dan hanya disuruh melakukan latihan seperti hand crawling, pendulum exercise. Tapi sepertinya pemulihannya lambat. Apakah memang harus mengistirahatkan total tangan kanan saya?

Pertanyaan:

-    -      Apakah saya menderita Asam urat, Kolesterol, Darah tinggi?
-      -    Berapa lama proses pemulihannya?
-   -       Bagaimana terapi yang sebaiknya?
-     -     Apakah ada makanan yang harus dihindari?
-     -     Apakah boleh berolahraga misalnya bersepeda?”

Kasus di atas adalah satu dari sekian banyak keluhan pasien yang sering ditanyakan ketika datang ke klinik, rumah sakit ataupun praktek dokter swasta. 

Perlu diketahui, Frozen shoulder adalah suatu gangguan nyeri dan keterbatasan gerakan di daerah sendi bagian bahu dan jaringan penghubung yang mengelilingi sendi glenohumeral di sendi tersebut sehingga menimbulkan kekakuan, radang, bunyi “kreek” yang keras saat sendi digerakkan. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh trauma ( jatuh, kecelakaan), riwayat operasi tulang belakang, proses degenerative dan diabetes mellitus ( kencing manis ). 

Faktor penyebab terjadinya frozen shoulder antara lain adalah kencing manis, kecelakaan, penyakit paru kronis, penyakit tiroid dan penyakit jantung. Treatment atau terapi yang biasanya dianjurkan dokter adalah obat anti nyeri, anti radang, rehabilitasi medik, pemanasan sekitar sendi sampai operasi.
Menjawab pertanyaan yang paling sering terlontar :

1.      Apakah saya menderita asam urat , kolesterol atau darah tinggi?
Jawab : frozen shoulder tidak memiliki hubungan dengan kelainan laboratorium seperti di atas, akan tetapi lebih tepat berhubungan dengan otot.
 
2.      Berapa Lama proses penyembuhannya ?
    Jawab : dengan terapi konvensional antara 3 bulan sampai 6 tahun, tetapi dengan akupuntur dapat mempersingkat waktu terapi.

3.      Bagaimana terapi yang sebaiknya ?
Jawab : hindari pemanasan atau terapi yang menggunakan panas, cahaya ataupun pijat. Karena frozen shoulder adalah masalah di sendi, akupuntur sangat efektif untuk menghilangkan nyeri dan memperbaiki sirkulasi darah di sendi.

4.      Apakah ada makanan yang dihindari ?
Jawab : tidak ada pantangan makanan terkecuali jika memang ada penyakit penyerta seperti diabetes (kencing manis ), makanan dan gizi diatur untuk menurunkan gula darah.

5.      Apakah boleh berolah raga ?
Jawab : tentu saja boleh, dengan latihan dan pergerakan yang benar sangatlah cepat membantu pemulihan sendi bahu.





Penderita kaku sendi bahu biasanya mengalami nyeri yang hebat sehingga kualitas tidur pun terganggu karena nyeri biasanya bertambah hebat ketika posisi tidur terlentang ataupun miring. Kondisi ini mendorong penderita menjadi depresi dan jika dibiarkan maka terjadi juga gangguan di leher, pinggang dan penurunan berat badan yang drastis. 

Dari sisi lain, efek pemberian akupuntur untuk frozen shouler salah satunya adalah dihasilkannya endorphin dimana merupakan opiad dari dalam tubuh sendiri. Seperti diketahui umum bahwa endorphin merupakan suatu analgetik (anti nyeri kuat) sehingga terapi akupuntur pada kasus frozen shoulder sangat lah efektif.  


 Penelitian Terapi Frozen Shoulder Dengan Akupunktur

Dari penelitian yang telah dilakukan, akupunktur dilaporkan efektif untuk terapi frozen shoulder, beberapa diantaranya yaitu :

1.      Zhang Maohai menyatakan telah menemukan terapi yang efektif dalam pengalamannya. Dia mengfokuskan pada 1 titik akupunktur Yanglingquan GB-34 pada tungkai, yang menurutnya lebih efektif daripada mengobati melalui banyak titik. Hasil dari terapi ini adalah 64% dari 172 orang yang diobati menjadi sembuh, sisanya (kecuali 8 pasien) menunjukkan perbaikan.

2.       Ko Sun, Chan KC, Io SL, Fong DYT, membagi 35 pasien frozen shoulder secara acak menjadi 2 kelompok yaitu kelompok fisioterapi dan kelompok fisioterapi ditambah akupunktur pada titik Zhongping kontralateral, terapi diberikan selama 6 minggu. Mobilitas fungsional, kekuatan dan nyeri, penilaian dilakukan oleh konsultan yang tidak tahu pembagian kelompok tersebut. Penilaian dilakukan sebelum perlakuan, 6 minggu dan 20 minggu setelah perlakuan. Dibandingkan kelompok yang diberikan fisioterapi saja, kelompok fisioterapi ditambah akupunktur memberikan hasil perbaikan yang signifikan. menyimpulkan bahwa kombinasi EA dan RNB jauh lebih signifikan dalam mengontrol kualitas nyeri dibandingkan bila dilakukan sendiri-sendiri.

Untuk lebih memahami artikel di atas mari simak video yang diunggah penulis di youtube, semoga kita selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Amin
 https://www.youtube.com/watch?v=aYfSEiawI0U

Tuesday, 12 January 2016

Rocktape dan Akupuntur

Standard











Apa itu ROCKTAPE?
Rocktape adalah sport tape premium yang membantu proses penyembuhan dari cidera dan membantu meningkatkan performance.

Manfaat Utama
1.      Membantu penyembuhan dari cidera
2.      Meningkatkan performa

Membantu cidera melalui:
1.      Mengurangi sakit
2.      Mengurangi pembengkakan
3.      Membantu pergerakan dengan gerakan jangkauan yang penuh

BAGAIMANA TAPE INI MEMBANTU PENYEMBUHAN DARI CIDERA?

Aplikasikan dengan meregangkannya, tape akan membuat   efek “mengangkat” yang   
menimbulkan ruang antara lapisan jaringan yang:
-           Membawa tekanan ujung saraf mengurangi rasa sakit.
-          Menghilangkan cairan sehingga lebih mudah mengurangi pembengkakan dan memar.
-          Membuat otot dan serat untuk bergerak bebas melalui berbagai gerak.

BAGAIMANA ROCKTAPE MEMBANTU MENINGKATKAN PERFORMA?

1.      Dapat membantu pergerakan fungsi otot
Melalui efek recoil dari tape yang berkontraksi bersama dengan otot, sehingga dapat membantu fungsinya
2.      Memperpanjang performa
Efek “mengangkat” memungkinkan aliran darah lebih baik dan memperlancar saluran pembuangan selama berolahraga.
3.      Meningkatkan kesadaran pergerakanm melalui feedback yang lebih baik melalui kulit.