Tuesday, 23 February 2016

Tatalaksana Syaraf Terjepit

Standard


      Pada jaman dahulu, segala gangguan sakit nyeri urat, otot, syaraf, sendi (persendian / pergelangan) dan tulang, semua masalah sakit tersebut hanya dikenal atau disebut sebagai penyakit rematik (reumatik) atau sakit encok.

      Setelah ilmu kedokteran mengalami kemajuan, kemudian baru dibagi-bagi menjadi ratusan jenis penyakit rematik (reumatik) antara lain: Sakit rematik (rheumatoid), pengapuran / pekapuran , asam urat , syaraf kejepit (hnp / herniated nucleus pulposus), sakit pinggang (low back pain / lumbago), sakit punggung (upper back pain / cervical), sakit bahu (frozen shoulder), sakit lutut (knee joint), sakit siku (tennis elbow), sakit jari (trigger finger), lupus atau autoimmun, rematik jantung, rematik anak, demam rematik, pengeroposan tulang (osteoporosis), spondylosis, skoliosis (scoliosis), dll

      Sakit rematik (reumatik) sudah sangatlah umum dialami oleh masyarakat kita terutama yang tinggal di daerah pegunungan dingin, pesisir pantai, khususnya yang sudah lanjut usia atau pekerja b­­­­­­­­­­erat, seperti sakit pegal linu, nyeri / radang urat, otot, syaraf, sendi dan tulang. Biasanya disertai dengan gejala pembengkakan, kaku sendi, gangguan pergerakan dan rasa sakit yang sangat menyiksa.

      Sangat dapat dimaklumi karena kurangnya pengetahuan tentang bahaya penyakit rematik dan kesibukan hidup sehari hari, pada umumnya penderita hanya mengobati dengan cara yang sederhana dan asal-asal saja seperti : sembarang konsumsi obat penghilang sakit nyeri, sekedar pijat urut, tempel koyok, pakai obat gosok, dipanaskan, terapi tarik tulang belakang, sampai melakukan gerakan senam yang salah, sehingga kurang memperhatikan akibat dari sembarang konsumsi obat dan pentingnya pengobatan rematik yang cepat, tepat, cocok sejak dini.

      HNP adalah singkatan dari herniasi nukleus pulposus (herniated nucleus pulposus) artinya adanya penonjolan inti dari diskus yang menjadi bantalan tulang belakang  sehingga penonjolan tersebut menekan saraf sebagai akibatnya timbullah rasa sakit, kesemutan, dan kelemahan pada nggota gerak yang dipersarafi bisa punggung, pinggang, lengan atau tungkai. Penyakit hnp inilah yang dikenal dimasyarakat kita sebagai “saraf terjepit”, namun perlu diketahui bahwa istilah saraf kejepit tergolong umum karena saraf kejepit bukan hanya penyakit hnp tapi masih ada yang lainnya, mungkin akan kita bahas pada kesempatan yang lain.
     
      HNP sering terjadi pada daerah perbatasan antara ruas tulang belakang yang banyak bergerak dengan ruas tulang belakang yang tidak dapat bergerak.Daerah ini merupakan daerah yang paling banyak mendapat beban mekanik sehingga cepat mengalami penuaan dan kehilangan elastisitas.Akibatnya dapat terjadi penonjolan bantalan antar ruas tulang belakang yang menekan / menjepit saraf. Faktor yang memudahkan terjadinya proses penuaan meliputi merokok, faktorketurunan / genetik, sikap tubuh yang tidak tepat, dan beban benturan terutama yang berulang. Ruas tulang belakang yang paling sering terkena adalah ruas leher bawah dan ruas pinggang bawah.

      Gejala dan pertanda HNP bergantung pada ruas tulang belakang yang terkena dan berat ringannya penekanan/jepitan yang terjadi. HNP pada ruas leher akan menyebabkan rasa nyeri atau pegel pada leher atau bahu yang menyebar ke lengan. Rasa nyeri pada HNP dapat bertambah saat batuk atau mengejan. Gajala lain meliputi rasa kesemutan atau baal/kebas yang menyebar ke lengan.. Pada HNP yang berat akan ditandai oleh kelumpuhan anggota gerak. Pada tahap awal kelemahan dalam menggenggam, selanjutnya kesulitan mengangkat lengan seperti gerakan menyisir rambut atau mengancing baju. Pada keadaan yang lebih berat kelumpuhan akan diikuti lengan sisi lain dan kedua tungkai. Gejala lain yang dapat timbul adalah impotensi.


      Dalam ilmu kedokteran barat, obat saraf terjepit (hnp) yang banyak dipakai contohnya ibuprofen atau naproxen. Narkotika. Jika rasa sakit tidak membaik dengan obat hnp yang dijual bebas, mungkin dokter akan meresepkan narkotika, seperti kodein atau kombinasi oxycodone-acetaminophen untuk waktu yang singkat. Obat nyeri saraf. Obat-obatan seperti gabapentin, duloxetine, tramadol dan amitriptyline sering membantu mengurangi rasa sakit akibat kerusakan saraf. Pelemas otot. Relaksan otot dapat diresepkan jika terdapat kejang otot. Suntikan kortison. Untuk mengurangi peradangan, kortikosteroid dapat diberikan melalui suntikan langsung ke daerah sekitar saraf tulang belakang.


Pinggang dalam anatomi tcm

      Secara tcm, regio pinggang dilintasi oleh garis khayal (meridian) tay yang kaki kandung kemih dan secara segmental pinggang dibawah tanggung jawab meridian shao yin kaki ginjal. Kedua meridian tersebut dalam teori 5 unsur masuk dalam elemen air. Jika ada keluhan di pinggang maka patut dicurigai ada kelainan pada meridian tay yang kaki kandung kemih maupun shaoyin kaki ginjal. Selain itu meridian tay yin kaki limpa perlu dilakukan konfirmasi juga mengingat otot adalah tanggung jawab dari meridian limpa.

      Mekanisme akupunktur dalam menghasilkan analgesia adalah melalui teori gate kontrol di medulla spinalis, jalur inhibisi naik ke beberapa level (medula oblongata, batang otak, kompleks hipotalamus-hipofise), jalur modulasi turun dari otak ke medula spinalis dan neurotransmiter inhibitor (penghambat rasa nyeri) seperti beta endorfin, enkefalin, dinorfin, serotonin dan nor adrenaline.”

Pemeriksaan Fisik Syaraf Terjepit : 

- adanya tanda radang seperti : swelling ( pembengkakan ), Nyeri Lokal atau merambat ke tungkai bawah, demam / panas disekitar segmen yang terjepit ataupun kelumpuhan.

 

      Akupunktur hanya dikenal sebagai bagian terapi fisik mempunyai peran utama untuk menghilangkan nyeri atau mengurangi nyeri dan spasme otot daerah pinggang dapat dimanfaatkan untuk komplemen bersama dengan terapi lain seperti medikamentosa.

      Tapi jauh dari semua hal di atas terapi akupuntur dapat masuk ke otot terdalam di region pinggang sehingga membebaskan otot yang tegang memlalui mekanisme rileksasi semua otot – otot tulang belakang mulai dari cervical ( leher ) sampai ke koksigel ( tulang ekor ). Hal ini sangat kontras terlihat dari gambar di bawah :

 




      Akupuntur sangat berperan dalam melepaskan nyeri 1000x lebih kuat dan aman dari obat analgesik dan muscle relaxan yang pernah dibuat manusia. Hal ini tidak dapat dilakukan oleh obat konvensional. Pengobatan syarat terjepit tidak bias seperti melakukan pengobatan gado – gado atau hanya berdasarkan roentgen foto dan MRI tapi jauh yang lebih penting adalah melakukan pemeriksaan fisik diagnostik. 



Semoga bermanfaat. Wassalam.




0 comments:

Post a Comment