Thursday, 21 April 2016

AKUPUNTUR UNTUK PENDERITA BELL'S PALSY ( KELUMPUHAN OTOT WAJAH )

Standard







Bell’s palsy adalah kelumpuhan atau kelemahan pada salah satu sisi otot di wajah yang bersifat sementara. Kondisi ini menyebabkan salah satu sisi dari wajah akan terlihat melorot.
Bell's Palsy memiliki gejala yang berbeda-beda pada sebagian orang kelumpuhan yang terjadi dapat berupa kelumpuhan sebagian (kelemahan otot ringan) atau berupa kelumpuhan total (tidak ada gerakan sama sekali, tapi jarang sekali terjadi). Bell’s palsy biasanya menyebabkan seseorang mengalami kesulitan untuk membuka dan menutup kelopak mata dan biasanya
terdapat air liur yang keluar spontan dari mulut.

Bell’s palsy adalah gangguan yang terjadi hanya pada otot dan saraf wajah. Kondisi ini tidak berdampak kepada kinerja otak atau bagian tubuh lainnya. Akupuntur bisa membantu mempercepat pemulihan dari kondisi Bell’s palsy dan mengembalikan fungsi saraf wajah.
Rangsangan titik-titik akupuntur terutama di daerah otot-otot wajah yang terkena kelumpuhan dapat merangsang saraf-saraf facialis wajah dengan cara merangsang kembali titik-titik saraf yang sudah mengalami parese (kelumpuhan) tersebut. Jarum-jarum tersebut ditusukkan di titik-titik saraf di bagian tertentu untuk mendapatkan suatu sinyal positif . Di samping itu, terapi akupuntur untuk penderita bell’s palsy ini mempunyai resiko paling kecil dibandingkan terapi-terapi yang lain. 

Mendengar kata akupuntur, mungkin yang terlintas di benak seseorang adalah jarum tajam, sakit, mengerikan, dan menakutkan dikarenakan akan ditusuk-tusuk bagian tubuhnya. Padahal, dari sekian banyak pengobatan barat saat ini, akupuntur ialah pengobatan yang mempunyai resiko paling kecil.
    Menurut Departemen Akupuntur RSCM, tahap-tahap dari akupuntur sendiri dapat di bagi menjadi tiga, yaitu:
1. Efek Lokal, yaitu penusukan mengakibatkan dilatasi kapiler, peningkatan permeabilitas kapiler,dan hal
    ini dapat dilihat dari warna kemerahan pada daerah penusukan khususnya pada otot-otot bagian muka.
2. Efek Segmental, yaitu hantaran serabut saraf ke dalam medulla spinalis dan sel saraf lainnya (regional). \
3. Efek Sentral, yaitu rangsangan yang sudah sampai ke dalam medulla spinalis diteruskan ke SSP
    (susunan   saraf pusat) melalui jalur batang otak, substansia grisea, hipotalamus, thalamus, dan cerebrum.
    Hal tersebut merupakan invasif mikro dan mengaktifkan mekanisme pertahanan tubuh untuk mencapai
   suatu keadaan yang seimbang (homeostasis).
  
Pada kasus lumpuh wajah, keadaan seimbang ini berarti suatu keadaan di mana otot-otot wajah yang mengalami kelumpuhan kembali fungsional. Tahapan-tahapan dari akupuntur tercermin dari ketiga efek diatas yang meliputi Efek Lokal, Efek Segmental, dan Efek Sentral. Efek-efek tersebut menggambarkan suatu mekanisme yang terjadi di titik-titik penusukkan jarum akupuntur khususnya penusukkan jarum pada daerah otot-otot wajah yang mengalami paralisis.

   Dalam pandangan medik, terapi akupuntur ini bertujuan untuk merangsang titik-titik fisiologis tubuh agar kembali normal pada suatu penyakit atau dengan kata lain kembali ke dalam sistem keseimbangan (homeostasis). Konsep dasar pengobatan akupuntur medik adalah neuroscience, yakni penusukan titik-titik akupuntur yang dapat menstimulasi saraf tertentu yang berguna bagi kesehatan. Efek penusukan akupuntur sendiri dapat menimbulkan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) sehingga membuat aliran darah semakin lancar yang berefek pada kebugaran seseorang dikarenakan peningkatan asupan O2 ke seluruh tubuh. Rangsangan yang timbul akibat penekanan titik-titik akupuntur tersebut juga akan dapat meregulasi endokrin (mengatur sistem hormon)


0 comments:

Post a Comment