Monday, 14 November 2016

AKUPRESUR UNTUK KASUS-KASUS SEDERHANA DALAM PRAKTEK DOKTER SEHARI HARI

Standard






Kini, pengobatan tusuk jarum merupakan salah satu alternatif pengobatan yang sangat diminati masyarakat. “Sekarang, banyak sekali klinik akupunktur, meski tidak semua akupunkturisnya berlatar belakang atau berprofesi sebagai dokter,.
Pada artikel kali ini penulis akan membagikan cara akupresur  sederhana yang dapat dilakukan  dengan khasiat yang bagus untuk diterapkan pada kasus - kasus sederhana yang sering dijumpai di klinik atau praktek dokter sehari - hari. 

Untuk mendapatkan efek akupresur yang diharapkan, tempat pemijatan harus tepat dengan tehnik pemijatan yang benar. Beberapa petunjuk yang dapat digunakan agar dapat menetukan lokasi akupresur yang tepat adalah:
1.    Memperhatikan dengan cermat atlas titik akupunktur dan akupresur
2.    Titik yang tepat biasanya nyeri atau sensitif pada pemijatan
3.    Titik yang tepat biasanya agak berbeda dengan daerah sekitarnya terlihat agak pucat, agak bengkak dan agak sedikit hangat
4.    Beberapa ahli menggunakan alat untuk mendeteksi titik-titik ini karena titik akupunktur dan akupressur mempunyai tahanan yang lebih kecil dibanding daerah sekitar, namun tehnik ini kurang praktis karena memerlukan waktu yang lama.

Pemijatan biasanya dengan menggunakan ibu jari atau jari yang lain atau dengan menggunakan alat bantu, Bila menggunakan jari perhatikan jari harus bersih dan kuku terpotong dengan baik agar tidak melukai pasien. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan akupresur:
1.    Ruangan yang nyaman
2.    Posisi pasien yang rileks dan memudahkan terapis untuk melakukan akupresur dapat duduk atau berbaring
3.    Jangan melakukan akupresur bila pasien sangat lemah, sesak nafas berat, takikardia, tekanan darah sangat tinggi atau sangat rendah
4.    Pasien sebaiknya makan dahulu bila lapar dan akupresur dikerjakan 1-2 jam sesudah makan.
5.    Sebaiknya tidak dilakukan setelelah mandi air panas dalam 11/2 jam
6.    Tidak boleh dilakukan pada daerah dengan sikatrik atau luka
7.    Tidak boleh dilakukan didaerah fraktur atau cidera lain
8.    Bila diduga ada kerusakan vertebra, akupresur tidak boleh dilakukan pada daerah tersebut
9.    Hati-hati pada ibu hamil, hindari titik-titik LI-4, Sp-6, ST-36
10.  Lama pemijatan tergantung dari penyakit dan usia pasien
11.  Derajat tekanan juga disesuaikan dengan penyakit dan keadaan umum pasien.
Pemijatan dilakukan dengan pedoman sebagai berikut:
Pemijatan ringan, biasanya dengan menggunakan telapak jari   dilakukan bila:
1.    Pasien pertama kali datang dan tidak tahan nyeri
2.    Daerah yang dipijat nyeri akut
3.    Ada inflamasi disekitar titik akupresur
4.    Otot didaerah akupresur lemah dan atrofi Pemijatan kuat, dengan ujung jari dilakukan bila :
1.    Penyakit kronis
2.    Kondisi pasien cukup baik
3.    Pasien tidak lelah

 Migrain dan Nyeri kepala
Kepala bagian depan
Titik yang digunakan berturut-turut: BL-2, Yintang, GB 14, LI-4, ST-36, Liv-3 masing-masing 1 menit kecuali LI-4 2 menit
Kepala bagian belakang
Titik yang digunaka berturut-turut: LI-4, ST-3, GB-20, GV-16, ST-36, masing-masing 1 menit kecuali GV-16 dan LI-4, 2 menit
Kepala bagian samping
Titik-titik yang digunakan berturut-turut: GB-20, Taiyang, ST-3, TE-5, ST-36, GB, 34 masing-masing 1 menit kecuali GB-34

Kepala atas
Titik-titik yang digunakan berturut-turut: GV-20, ST-3, ST-36, Liv-3, masing-masing satu menit kecuali GV-20 2 menit

8.2. Sakit Gigi
Titik-titik yang digunakan: LI-4, ST-6, ST-3, selama masing-masing 1 menit kecuali LI-4
8.3. Nyeri dan kaku leher
Titik-titik yang digunakan; GB-20, BL-10, GB-21, LI-4, GV-16 semua 1 menit kecuali LI-4 dan GV-16
8.4. Nyeri dan Kaku Pada Bahu
Titik-titik yang digunakan: GB 21, TE-15, TE-14, LI-15, LI-14, LI-11, BL-57 selama 1 menit
8.5. Nyeri pinggang bawah
Titik-titik yang digunakan: BL-23-25, BL27-34, BL-48, BL-54
masing-masing 2 menit kecuali BL-48 dan 54 selama 1 menit


0 comments:

Post a Comment