Tuesday, 10 March 2015

AKUPUNTUR ?? Definisi, Fungsi dan Peran Dalam Dunia Kedokteran.

Standard
                     Istilah akupunktur berasal dari kata acus yang berarti jarum dan punctura yang berarti menusuk atau menembus. Akupunktur merupakan suatu cara pengobatan dengan penusukan titik-titik tertentu di permukaan tubuh untuk mengobati suatu penyakit. Akupuntur merupakan bagian dari Ilmu Pengobatan Cina dan telah dikenal sejak kira-kira empat-lima ribu tahun yang lalu. Hal itu diungkapkan dalam buku "The Yellow Emperors Classic of Internal Medicine", suatu ensiklopedi Ilmu Pengobatan Cina yang diterbitkan sekitar tahun 770—221 sebelum Masehi. Bahan jarum yang digunakan mula-mula adalah dari batu, kemudian berubah dengan digunakannya bahan dari bambu, tulang, perunggu, dan logam-logam lainnya. Pada saat ini telah dikembangkan berbagai teknik untuk perangsangan titik akupunktur sebagai pengganti jarum, seperti Ultrasound, Laser, dan lain-lain. Cara pengobatan ini berkembang ke Korea, Jepang dan negara-negara lain. Wilhelem ten Rhyne, seorang dokter VOC dalam bukunya mengenai rematik yang diterbitkannya di London pada tahun 1683 mengungkapkan pengobatan rematik dengan akupunktur.



                     Di dalam ilmu Akupunktur, keadaan sakit terjadi apabila timbul ketidakseimbangan antara Yin  dan Yang  dalam tubuh.Ketidakseimbangan itu dapat berupa suatu ekses (hiperfungsi, terlalu kuat) atau defisien (hipofungsi, terlalu lemah). Hal itu dapat disebabkan oleh berbagai penyebab penyakit seperti keadaan cuaca/udara, gangguan emosi, kebiasaan makan- minum yang salah, cara hidup yang keliru, trauma dan sebagainya. Dengan pemeriksaan akupunktur dapat ditentukan diagnosis, lokasi kelainan, penyebab penyakit dan dengan demikian dapat pula ditentukan titik-titik dan cara stimulasi yang diperlukan untuk memulihkan keseimbangan yang terganggu itu. Keadaan yang defisien harus diperkuat denganstimulasi ringan dan keadaan yang ekses harus dilemahkan dengan stimulasi kuat. Terdapat berbagai titik akupunktur yang mempunyai indikasi khusus untuk maksud tersebut, selain dikenal pula titik simtomatik untuk menghilangkan keluhan tertentu. Berbagai penelitian telah dilakukan dalam kalangan kedokteran modern untuk menyelidiki akupunktur dalam berbagai aspeknya. Kini telah diketahui bahwa titik akupunktur mempunyai sifat- sifat yang berbeda dengan daerah kulit di sekitarnya, seperti potensial listrik lebih tinggi, tahanan listrik lebih rendah, daya hantar listrik lebih tinggi, daya hantar gelombang suara lebih tinggi, mempunyai hubungan dengan saraf otonom (titik akupunktur disebut pula zone of autonomic concentration)  dan sebagainya. Adanya titik  akupunktur dapat diperlihatkan dengan point detector  dari alat akupunktur listrik. Namun sampai saat ini belum didapatkan keterangan yang memuaskan mengenai mekanisme kerja akupunktur secara menyeluruh. Berbagai teori telah dikemukakan untuk mencoba menjelaskan hal itu. Antara lain dikemukakan bahwa akupunktur bekerja melalui susunan saraf pusat, susunan saraf otonom, refleks kutaneo-viseral/visero-kutaneal,mobilisi pertahanan dan regenerasi jaringan, pelepasan zat-zat neurohumoral, teori stres dan adaptasi, teori Gate Control dan lain-lain.  Akhir-akhir ini dikemukakan pula teori adanya perangsangan pelepasan senyawa morfin endogen dalam tubuh sebagai akibat perangsangan titik akupunktur. Hal tersebut menyebabkan ambang rangsang nyeri meninggi dan menimbulkan efek analgesi.

Akan tetapi dengan semakin banyaknya terapi-terapi akupuntur di Indonesia, tidak diikuti dengan pengetahuan yang cukup tentang bagaimana, cara, lokasi penusukan titik akupuntur yang benar sehingga angka keberhasilan terapi akupuntur itu sendiri tidak maksimal bahkan tidak memiliki efek. Hal tersebut diatas sangat mempengaruhi masyarakat dalam hal kepercayaan terhadap terapi akupuntur itu sendiri. Dalam praktek klinik dan memperhatikan penusukan yang dilakukan oleh banyak sinshe, perawat, dokter bahkan dokter spesialis akupuntur, banyak yang tidak mengerti akan essensi dari akupuntur itu sendiri sehingga efek optimal tidak dapat tercapai.



Akupunktur yang dikenal sejak beberapa ribu tahun yang lalu ternyata merupakan salah satu cara pengobatan yang terbukti efektif sampai sekarang. Berbagai penemuan dan pe-nelitian yang berhubungan dengan akupunktur telah dikem-bangkan. Pada sat ini terdapat berbagai teknik baru dan alat- alat listrik yang membantu dalam diagnosis dan terapi, antara lain:
— Akupunktur telinga, akupunktur kulit kepala, akupunktur muka, akupunktur hidung, akupunktur tangan, akupunktur kaki.
— Aquapunktur (injeksi titik akupunktur dengan zat ter- tentu), elektroakupunktur rangsangan/getaran listrik pada jarum akupunktur/titik akupunktur), Sonopunktur (stimulasi titik akupunktur dengan ultrasound), Laserpunktur(stimulasi titik akupunktur dengan sinar Laser).
— Ryodoraku (Nakatani): melihat kelainan pada meridiandengan pengukuran hantaran listrik pada titik tertentu di kulit, juga dapat untuk terapi dengan stimulasi listrik pada reactive electro-permeable point.
— Akabane: pemeriksaan sensitivitas panas pada titik yang terdapat di ujung jari yang merupakan titik akhir meridian, ketidakseimbangan yang besar antara kiri dan kanan me-nyatakan adanya ketidakseimbangan meridian/organ yang bersangkutan.
—Electro-acupuncture According to Voll (EAV): suatu alat untuk  mengetahui keaadaan patologis organ-organ dalam tubuh dengan pengukuran pada titik-titik tertentu dan dapat pula digunakan untuk terapi.
— Fotografi Kirlian Kirlian : teknik fotografi yang mem- perlihatkan adanya emisi panas dari titik akupunktur/ meridian.
Sebagai suatu cara pengobatan yang sederhana, murah dan efektif, akupunktur diharapkan dapat memberikan sumbangannya untuk peningkatan kesehatan masyarakat khususnya di negara-negara yang sedang berkembang. Dinyatakan dalam majalah WHO 1979, titik tolak masalahnya kini bukanlah: "Does acupuncture work?",
tetapi 'How can acupuncture best applied to serve humanity?"





0 comments:

Post a Comment