Tuesday, 1 March 2016

OSTEOARTHRITIS ( RADANG SENDI ) LUTUT

Standard



    Osteoarthritis adalah suatu penyakit sendi yang menahun yang ditandai dengan adanya kelainan pada tulang rawan (kartilago) sendi dan tulang di dekatnya
    Tulang rawan (kartilago) adalah bagian dari sendi yang melapisi ujung dari tulang yang memudahkan pergerakan dari sendi
    Kelainan pada kartilago dapat menyebabkan tulang bergesekan satu sama lain, yang menyebabkan kekakuan, nyeri dan pembatasan gerakan pada sendi
    Osteoarthritis yang terjadi pada lutut terjadi karena adanya gangguan atau kegagalan chondrocyte dalam memperbaiki kartilago / tulang rawan
    Prevelensi terjadinya OA lutut pada usia 45-55 tahun wanita dan pria sama. Sedangkan pada usia 55 tahun ke atas banyak terjadi pada wanita dengan perbandingan 4:1
    Beberapa faktor etiologi yang telah diketahui berhubungan dengan terjadinya osteoarthritis lutut ini antara lain:

a. Usia
Semakin lanjut usia seseorang, pada umumnya semakin besar faktor resiko terjadinya OA lutut. Hal ini disebabkan karena sendi lutut yang digunakan sebagai penumpu berat badan sering mengalami kompresi atau tekanan dan gesekan, sehingga dapat menyebabkan kartilago yang melapisi tulang keras pada sendi lutut tersebut lama-kelamaan akan terkikis dan rentan terjadi degenerasi.
b. Obesitas
Jelas sekali bahwa kelebihan berat badan atau obesitas bisa menjadi faktor resiko terjadinya OA lutut. Berat badan yang berlebih akan menambah kompresi atau tekanan atau beban pada sendi lutut. Semakin besar beban yang ditumpu oleh sendi lutut, semakin besar pula resiko terjadinya kerusakan pada tulang
c. Herediter atau faktor bawaan
Struktur tulang rawan dan laxity pada sendi, serta permukaan sendi yang tidak teratur yang dimiliki seseorang sebagai faktor bawaan merupakan faktor resiko terjadi OA lutut

d. Trauma pada sendi dan kerusakan pada sendi sebelumnya
Terjadinya trauma, benturan atau cedera pada sendi lutut juga dapat menyebabkan kerusakan atau kelainan pada tulang-tulang pembentuk sendi tersebut
e. Kesegarisan tungkai
Sudut antara femur dan tibia yang > 180 derajat dapat berakibat beban tumpuan yang disangga oleh sendi lutut menjadi tidak merata dan terlokalisir di salah satu sisi saja, dimana pada sisi yang beban tumpuannya lebih besar akan beresiko lebih besar terjadi kerusakan
f. Pekerjaan dan aktivitas sehari-hari
Pekerjaan dan akifitas yang banyak melibatkan gerakan lutut juga merupakan salah satu penyebab osteoarthritis pada lutut
g. Olahraga yang berat, terutama sepak bola
h. Faktor hormonal dan penyakit metabolik
Perubahan degeneratif pada sendi lutut bisa terjadi akibat perubahan hormonal yang terjadi pada wanita yang sudah menopause. Selain itu, seseorang yang memiliki diabetes mellitus juga bisa terkena OA lutut ini
i. Arthritis yang berlangsung lama
Arthritis (peradangan sendi) yang sudah berlangsung lama dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya pula OA lutut
    Pada sendi, termasuk sendi lutut, ujung-ujung tulang kerasnya biasanya dilapisi tulang rawan (kartilago).  Tulang rawan terserbut tidak memiliki jaringan saraf, jaringan limfe, dan tidak ada pembuluh darah. Di dalam sendi juga terdapat cairan yang disebut cairan synovial, yang berfungsi sebagai pelumas dan mencegah terjadinya gesekan ujung-ujung tulang tersebut yang dapat menyebabkan terkikisnya tulang tersebut
    Pada keadaan kekurangan cairan synovial akibat suatu proses degenerasi maka akan terjadi gesekan-gesekan antar tulang rawan tersebut sehingga tulang rawan menjadi terkikis habis, maka akan timbul rasa nyeri
    Biasanya nyeri akan dirasakan setelah kondisi sudah kronis dimana kartilago sudah sangat tipis dan ujung tulang keras sudah saling bergesekan
    Hal ini tidak mudah diketahui secara dini karena pada kartilago tidak terdapat jaringan saraf, jaringan limfe, dan pembuluh darah sehingga pada awal kerusakan tidak terdeteksi karena tidak adanya rasa nyeri
    Nyeri baru akan terasa setelah tulang keras yang memiliki jaringan saraf, limfe dan pembuluh darah bergesekan
    Biasanya OA terjadi secara perlahan dimulai dari rasa sakit pada sendi setelah melakukan aktifitas, kemudian lama-lama akan terasa lebih sakit dan kaku
    Pada lutut : terasa dan kaku, susah digunakan untuk berjalan, Kaku pada sendi setelah beristirahat dan akan segera hilang setelah aktivitas dimulai lagi, Rasa kaku di pagi hari, selama tidak lebih dari 30 menit, Nyeri pada persendian yang akan mereda di pagi hari dan akan memberat pada siang atau malam hari seiring dengan banyaknya aktivitas yang dilakukan, Atrofi otot di sekitar sendi dikarenakan inaktif dari sendi yang dapat menyebabkan nyeri, Nyeri dan kaku dapat mempengaruhi postur, koordinasi dan kemampuan berjalan. Tanda OA pada lutut yaitu nyeri muncul oleh karena adanya gerakan lutut, gejala sendi seperti terkunci, nyeri saat mau bangkit dari kursi, nyeri saat bangkit dari duduk di lantai atau saat dari berdiri ke duduk di lantai, kelemahan otot-otot tungkai

Gambaran Klinis OA menurut Altman (1991)

a. Nyeri sendi beberapa hari sampai beberapa bulan

b. Pada gambaran radiologis, terdapat osteofit pada tepi sendi

c. Cairan sendinya terdapat 2 atau 3 tanda, diantaranya; jernih, viscous/kental, sel darah putih kurang dari 2000 mm3

d. Kaku sendi di pagi hari kurang dari atau sama dengan 30 menit

e. Krepitasi (terdengar suara “klik”) pada saat sendi lutut digerakkan

f. Jika cairan sendi tidak diperiksa, usia kurang dari atau sama dengan 40 tahun

Pemeriksaan OA Lutut

1. Inspeksi / Observasi

a. Dilihat adanya deformitas (perubahan bentuk sendi)
b. Dilihat kemampuan berjalan, naik turun tangga, jongkok, duduk, dll
c. Dilihat adanya oedem (bengkak), atrofi (pengecilan / penyusutan) otot terutama otot quadriceps

2. Palpasi
Rabalah ada tidaknya pitting oedem, suhu lokalnya, atrofi pada ototnya, dan ada tidaknya nyeri tekan
3. Pemeriksaan gerak pasif, aktif dan melawan tahanan
4. Pemeriksaan khusus meliputi:
a. VAS : untuk menilai nyeri

b. MMT : untuk menilai kekuatan otot

5. Goniometer : untuk mengukur luas gerak sendi

6. Antropometri : mengukur lingkar segmen tubuh

Menurut Ilmu Kedokteran Cina semua jenis artritis digolongkan dalam sindrom Pi. Yang dimaksud dengan sindrom Pi adalah suatu keadaan obstruksi Ci dan Sie dalam meridian dan kolateral-kolateralnya yang disebabkan oleh invasi faktor-faktor patogen seperti angin, dingin dan lembab sehingga menimbulkan keluhan nyeri, rasa tebal, rasa berat pada anggota gerak dan sendi dan terbatasnya gerak.
Etiologi dan Patofisiologi
Jika daya tahan tubuh menurun maka faktor-faktor luar akan menjadi patogen dan bila masuk ke dalam tubuh maka akan menyebabkan obstruksi aliran Ci dan Sie dalam meridian dan kolateral-kolateralnya. Bila faktor angin lebih dominan dari faktor-faktor lain maka akan mengikuti sifat angin yang bergerak, penyumbatan dalam meridian berpindah-pindah, sehingga terjadi Pi bergerak. Jika faktor penyebab lebih dominan maka akan mengikut sifat lembab, yaitu berat dan mengendap, penyumbatan dalam meridian tertentu dan menetap sehingga terjadi Pi menetap. Bila faktor dingin lebih dominan maka penyumbatan meridian akan disertai pembekuan Ci dan Sie dan meridian akan mengerut, sehingga timbul rasa nyeri yang hebat dan terjadi Pi nyeri. Kondisi tubuh manusia juga berbeda-beda, ada tubuh yang memiliki Ci yang tinggi serta adanya akumulasi panas dalam tubuh. Jika terjadi invasi faktor-faktor angin, dingin, dan lembab maka faktor-faktor patogen tersebut di dalam tubuh akan berubah menjadi panas, sehingga terjadi Pi panas. Atau panas dari luar bersama faktor-faktor patogen lain masuk ke dalam tubuh juga menyebabkan terjadinya Pi panas.

Klasifikasi

1) Berdasarkan etiologinya, dibagi atas : Pi angin, Pi dingin, Pi lembab, Pi panas
2) Berdasarkan manifestasinya dibagi atas : Pi bergerak, Pi nyeri, Pi menetap.
3) Berdasarkan jaringan yang terkena dibagi atas: Pi kulit, Pi tendon; Pi otot, Pi pembuluh darah, dan Pi tulang.

Gejala

Gejala utama pada sindrom Pi adalah nyeri, nyeri yang terjadi bermacam-macam tergantung dari penyebabnya, rasa baal, terbatasnya gerak fleksi dan ekstensi, pembengkakan dan perubahan bentuk persendian serta kulit menebal dan berubah warna

Sindrom Pi angin

Menyebabkan terjadinya Pi bergerak. Nyeri sendi bergerak ke atas ke bawah, ke kiri ke kanan mengikuti topografi meridian yang terkena. Kualitas nyerinya juga berubah-ubah kadang-kadang nyerinya tajam, kadang-kadang pedih, kadang-kadang seperti tertekan dan sebagainya. Juga disertai panas dingin, selaput lidah tipis, lengket, nadi dangkal dan lambat.

Sindrom Pi dingin

Menyebabkan terjadinya nyeri karena faktor dingin mengakibatkan meridian mengerut sehingga timbul nyeri yang hebat. Nyeri akan bertambah jika kena dingin atau beristirahat, dan berkurang jika dihangatkan atau digerakkan. Keadaan lokal tidak merah dan tidak panas. Selaput lidah tipis, putih, nadi tegang dan mengambang.

Sindrom Pi lembab

Menyebabkan terjadinya Pi menetap, rasa nyeri menetap pada sendi tertentu dan disertai baal, perasaan berat pada anggota gerak. Nyeri bertambah jika cuaca berawan dan hujan. Selaput lidah putih lengket dan nadi halus.

Sindrom Pi panas

Menimbulkan nyeri yang disertai tanda-tanda radang lainnya yaitu merah, bengkak, pada perabaan panas dan sukar digerakkan. Demam, rasa haus, tendon dan tulang nyeri. Dapat mengenai satu atau beberapa sendi. Selaput lidah kuning, nadi cepat dan licin.
Pengobatan
Prinsip pengobatan sindrom Pi menurut ilmu akupunktur tradisional adalah untuk memperlancar aliran Ci dan Sie dan menghilangkan obstruksi pada meridian dan kolateral-kolateralnya. Pengobatan dapat dilakukan dengan penjaruman dan moxibusi pada titik-titik di sekitar persendian yang terkena atau titik ahse dan titik-titik pada meridian yang melalui daerah nyeri.
Pada osteoartritis lutut faktor yang lebih dominan adalah faktor dingin dan lembab. Pada sindrom Pi dingin dilakukan penjaruman dengan moksibusi, pada sindrom Pi menetap dengan jarum penghangat atau moksibusi. Pada sindrom yang dibagi menurut jaringan yang terkena, osteoartritis lutut termasuk dalam Pi tulang. Untuk Pi tulang dilakukan penjaruman dan moksibusi atau dengan jarum panas atau dengan jarum kulit dan kop.

Titik-titik di sekitar lutut yang sering dipakai adalah Hao Ting (extra), Tu Pi (III,35), Ci Yen medial (extra), Yang Ling Cuen (XI,34), Yin Ling Cuen (IV,6), Sie Hai (IV, 10), Wei Cung (VII,54). Untuk mennghilangkan faktor lembab dipakai titik Yin Ling Cuen (IV,9) dan Fung Lung (III, 40). Untuk nyeri umum pada tungkai bawah bagian medial dipakai San Yin Ciao (IV,6) dan Sien Cung (XI, 39) untuk sebelah lateral

0 comments:

Post a Comment